Saturday, August 29, 2009

TRANSFORMATIONAL & TRANSACTIONAL LEADERSHIP

by: Indra Kusumah S.Psi


Setiap kalian adalah pemimpin. Dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. (Hadits)

Ada perubahan diskursus tentang kepemimpinan yang berkembang sekitar tahun 1980-an. Para peneliti tertarik pada bagaimana pemimpin melakukan transformasi dan perubahan organisasi. Hal tersebut melahirkan teori baru dalam kepemimpinan yang disebut Transformational Leadership dan Transactional Leadership. Ilmuwan yang berperan besar dalam mengenalkan teori ini adalah Bass (1985) dan Burns (1978).


TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP
Ada beberapa definisi berkaitan dengan transformational leadership, diantaranya:
  • Proses membangun komitmen pada tujuan organisasi dan memberdayakan pengikut untuk mencapai tujuan itu
  • Proses di mana pemimpin dan pengikut saling meningkatkan ke tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi
  • Proses meningkatkan kesadaran pengikut dengan menariknya:
  1. Ke arah cita-cita dan nilai-nilai moral yang lebih tinggi, seperti kebebasan, persamaan (hak), perdamaian dan kemanusiaan.
  2. Bukan ke arah emosi-emosi dasar seperti rasa takut, tamak, iri atau benci
  • Mengubah dan memotivasi anggotanya dengan:
  1. Membuat pengikut sadar terhadap pentingnya hasil usahanya
  2. Membujuk pengikut agar lebih mementingkan kepentingan organisasi atau tim daripada kepentingan pribadinya
  3. Mengaktifkan kebutuhan-kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi

Kebutuhan lebih tinggi yang dimaksud adalah seperti yang diungkapkan Abraham Maslow tentang hirarki kebutuhan. Semakin tinggi pencapaian kebutuhan, dianggap semakin bermakna, mulia dan unggul. Hirarki kebutuhan tersebut adalah :

  • Kebutuhan Fisiologis, yaitu perawatan biologis, makanan, air, seks dan sebagainya
  • Kebutuhan Rasa Aman, yaitu rasa aman, perlindungan dan stabilitas (kehidupan sehari-hari, fisik dan antar pribadi)
  • Kebutuhan Sosial, yaitu kasih sayang, afeksi, sense of belonging
  • Kebutuhan Penghargaan ( self esteem) , yaitu harga diri, rasa memiliki kompetensi dan keahlian, respek, prestise dan pengakuan
  • Kebutuhan Aktualisasi Diri, yaitu pengembangan dan penggunaan seluruh potensi secara sangat kreatif

Berbagai penelitian dilakukan untuk menguji bagaimana seorang pemimpin dapat mengubah kultur dan struktur organisasi agar konsisten dengan strategi manajemen sehingga tujuan organisasi tercapai.

Transformational Leadership diukur dari seberapa besar pengaruh seorang pemimpin pada bawahannya. Bawahannya ini percaya, kagum, setia dan hormat kepada sang pemimpin dan juga termotivasi untuk melakukan hal-hal yang lebih daripada yang sebenarnya diharapkan.

Seorang transformational leader memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memanfaatkan kebutuhan manusia agar anggota mengembangkan makna
  • Selalu memikirkan tujuan, nilai, moral, etika dan tidak terpaku pada tujuan sehari-hari
  • Berorientasi ke arah pencapaian tujuan jangka panjang tanpa merusak nilai dan prinsip, serta berfokus kepada misi dan strategi untuk mencapai visi
  • Mampu memisahkan sebab dengan gejala dan melakukan upaya pencegahan
  • Menilai keuntungan/manfaat yang diperoleh sebagai dasar pengembangan
  • Bertindak proaktif, katalitis (mempercepat perkembangan anggota) dan sabar
  • Mendorong penggunaan penggunaan potensi insani anggota secara optimal
  • Mengenali dan mengembangkan anggota dengan menuntun ke arah yang baru
  • Memperlakukan anggota dengan kasih, mengakui dan menghargai kontribusinya
  • Selalu melakukan redesign kerja agar lebih bermaknan dan menantang
  • Menyejajarkan struktur dan sistem internal untuk mengembangkan nilai dan tujuan dalam aplikasi dilapangan.

Transformational leader memberikan standar tampilan kerja dan prestasi yang tinggi serta inspirasi untuk mencapai standar itu. Proses transformasional yang terjadi yaitu:

  • Biasanya melibatkan pendakian kebutuhan, sehingga anggota mampu self directing (mengarahkan diri) dan self reinforcing (memperkuat dan mendorong diri)
  • Meningkatkan anggota menjadi mampu self actualizing (mengembangkan diri), self regulating (mengatur diri) dan self controlling (mengendalikan diri)

Transformational Leader memiliki sikap, nilai dan keterampilan yang disebut atribut pemimpin transformasional, yaitu:

  • Memandang dirinya sebagai agent of change
  • Pengambil resiko yang bijaksana
  • Percaya pada orang dan peka terhadap kebutuhan mereka
  • Mampu mengungkapkan nilai-nilai utama yang menuntun tingkah lakunya
  • Fleksibel dan terbuka terhadap belajar dari pengalaman
  • Memiliki keterampilan kognitif serta yakin pada cara berpikir tertibdan perlunya analisis masalah secara hati-hati
  • Memiliki angan-angan ( dreams ) dan percaya pada intuisinya

Ada beberapa komponen Transformational Leadership yang dimiliki seorang pemimpin transformasional sejati, yaitu:

Stimulasi Ideal

Mampu menunjukkan perilaku yang bisa:

  • Membuat anggota bersemangat dalam melaksanakan tugasnya
  • Memberi keyakinan pada anggota (informasi, gagasan dan tindakan)
  • Menjadi contoh/suri tauladan
  • Mengilhami berkembangnya kesetiaan kepada organisasi
  • Membuat anggota merasa tenang jika berada di dekatnya
  • Membuat anggota merasa bangga kalau bergaul dengannya
  • Mengilhami kesetiaan anggota untuk bekerja sama
  • Mendorong anggota untuk mengungkapkan gagasan dan pendapatnya Ia juga mampu
  • Mengungkapkan gagasan/informasi yang bisa menjadi sumber inspirasi
  • Mengatasi setiap hambatan yang dihadapi
  • Memahami sudut pandang anggota

Stimulasi Inspirasional

Mampu menunjukkan perilaku yang bisa:

  • Mengembangkan rasa bangga pada anggota
  • Menggunakan kata-kata yang membangkitkan moril (semangat juang) anggota
  • Memberi contoh tentang apa yang diharapkan dalam kerja dan kerja sama
  • Memberi dorongan pribadi kepada anggota untuk mengembangkan keyakinannya
  • Membuat anggota merasa bangga pada tim dengan memberikan apresiasi terhadap kontribusi/keberhasilannya
  • Membangkitkan semangat dan rasa percaya diri pada anggota dengan cara:
- Mengapresiasi jika berhasil menyelesaikan tugas yang sulit
- Memandang/ menghargai bahwa tugas atau misinya sangat penting
- Memberi dorongan / spirit pada saat tim kurang memperlihatkan semangat kerja
  • Menjadi contoh tentang keberanian mengambil resiko dan pengabdian dengan cara:

- Menunjukkan kesediaan untuk berkorban

  • Tetap tinggal bersama dalam situasi yang mengundang resiiko keselamatan
  • Bersedia tetap bersama orang lain dalam situasi yang sulit

Stimulasi Intelektual

Mampu menunjukkan perilaku yang bisa:

  • Merangsang anggota untuk memikirkan kembali gagasan/tindakannya yang selama ini tidak pernah diragukannya
  • Mendorong anggota untuk berpikir tentang masalah yang dihadapi dengan menggunakan perspektif baru
  • Mengilhami anggota dengan cara-cara baru untuk melihat masalah yang dianggap membingungkan
  • Membuat anggota meningkat kesediaannya untuk mengerjakan lebih baik daripad apa yang diharapkan/diinginkannya
  • Merangsang anggota meningkatkan motivasinya untuk berhasil

Perhatian Individual

  • Memberi perhatian pribadi kepada anggota yang terabaikan
  • Mengetahui apa yang diinginkan anggota dan membantu untuk mendapatkannya
  • Menyatakan apresiasinya pada saat anggota menyelesaikan tugasnya dengan baik
  • Merasa puas apabila anggota memenuhi standar kinerja yang telah disepakati dengan baik
  • Memberikan pujian jika anggota melakukan pekerjaan yang baik
  • Memperlakukan setiap anggota secara individual
  • Membuat anggota merasa bisa mencapai tujuannya tanpa didampingi dirinya

Seorang pemimpin transformasional mampu menguasai perubahan dalam organisasinya karena ia adalah:

Berani

- Mampu menentang status quo
- Menghadapi realita sekalipun menyakitkan

Menunjukkan komitmen pada tugas transformasional

- Bekerja keras, cerdas dan menunjukkan kesediaan berkorban

Sangat percaya kepada karyawan

- Merupakan pemimpin yang bersemangat, coach dan konselor

- Hubungan interpersonal dengan karyawan dekat

Value Driven

  • Mengungkapkan secara jelas core values dalam tingkah laku
  • Didorong kepuasan membangun organisasi, melihat orang berkembang dan menyelesaikan segala sesuatu melalui orang lain

Visionary

  • Memiliki gagasan jelas tentang apa yang dibutuhkan perusahaan untuk berkompetisi di masa datang
  • Mampu mengkomunikasikan angan-angannya ( dreams)


Transactional Leadership

Ada beberapa definisi berkaitan dengan transactional leadership, diantaranya:

  • Proses memotivasi pengikut dengan menariknya ke arah kepentingan diri, mempertukarkan imbalan dan status dengan upaya yang dilakukan pengikut
  • Melibatkan nilai-nilai yang relevan dengan proses pertukaran itu seperti kejujuran, kewajaran, tanggung
  • jawab, dan timbal balik (saling membalas)
  • Di dasarkan pada wewenang Birokratis yang menekankan pada kekuasaan resmi serta menghormati aturan dan tradisi

Seorang transactional leader biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memanfaatkan kebutuhan manusia untuk mengembangkan anggota agar mau bekerja dan memperoleh penghasilan
  • Selalu memikirkan kekuasaan, kedudukan politik, kemegahan dan terpaku kepada rutinitas sehari-hari
  • Berorientasi pada tujuan jangka pendek dan hard data
  • Mencampur adukan sebab dan gejala. Ia lebih banyak melakukan tindakan untuk mengatasi masalah daripada upaya pencegahan
  • Memfokuskan pada isu taktis
  • Bersandar pada human relations guna memperlancar interaksi antar anggota
  • Mengikuti dan memenuhi harapan dengan berusaha bekerja secara efektif dan efisien dalam sistem yang berlaku
  • Mendukung struktur dan sistem yang meningkatkan hasil keseluruhan, memaksimalkan efisiensi, dan menjamin keuntungan jangka pendek
Dikutip dari: http://trustco.or.id/transformational.htm

0 comments:

Post a Comment

Recent Comments