Tuesday, February 16, 2021

Integrity and Attitude-True Story

Pelari jarak jauh yang mewakili Negara Kenya, Mutai, hanya berjarak beberapa meter dari garis finish, tetapi karena bingung dengan tanda tanda garis finish, ia berhenti. Ia berpikir bahwa ia telah menyelesaikan perlombaan itu. Atlet Spanyol, Iván Fernandez, berada tepat di belakangnya dan menyadari apa yang terjadi, dia mulai berteriak kepada pelari Kenya itu untuk terus berlari, tetapi Mutai tidak bisa berbahasa Spanyol dan tidak mengerti. Jadi orang Spanyol itu mendorongnya menuju garis kemenangan.

Seorang jurnalis bertanya kepada Iván: "Mengapa anda melakukan itu?"
Ivan menjawab: "Impian saya adalah suatu hari nanti kita hidup bersama dan memiliki moral yang baik didalam masyarakat" 

Wartawan itu bersikeras: "Tapi mengapa anda membiarkan orang Kenya itu menang?". Ivan menjawab: "Saya tidak membiarkan dia menang, memang dia akan menang". Wartawan itu bersikeras lagi: "Tapi anda bisa menang jika tidak membantunya". 

Ivan memandangnya dan menjawab: "Tapi apa manfaat dari kemenangan saya? Apa kehormatan dari medali itu? Apa yang akan ibu saya pikirkan dan katakan tentang itu kepada saya?"

NILAI-NILAI KEHIDUPAN diturunkan dari generasi ke generasi.
Nilai-nilai luhur itu penting untuk terus ditransmisikan hingga generasi nun jauh di sana. Rumah adalah the Guardian of Etics. Keluarga adalah tempat penyemaian paling baik. Ibu adalah madrasatul 'ula (Sekolah/tempat pembelajaran pertama bagi anaknya). 

Betapa hebat Ibunya yang menanamkan sportivitas hingga di posisi yang bisa saja orang lain memaklumi jika Ivan mengambil kesempatan untuk tidak memedulikan Abel. Ibulah yang menjadi alasannya untuk tetap baik.
Sebagai apresiasi atas sikap Fernandez kisah ini banyak dimuat di berbagai media. Alur kisah ini pun disadur dari berbagai media itu dengan beberapa perubahan.
Kita tentu bisa mengambil pelajaran yang berharga dari kisah tersebut. Terima kasih Ivan Fernandez Anaya. Terima kasih juga untuk Ibumu.

Sumber:


Recent Comments