Saturday, December 14, 2013

Membangun Indonesia Tanpa Melupakan Ekonomi Kerakyatan

Kamis, 12 Desember 2013 16:20

Untuk bisa membangun Indonesia, kekuatan mendasar yang dimiliki oleh rakyat kecil jangan sampai dilupakan. Ekonomi Indonesia tumbuh dan berkembang tidak lepas dari kekuatan ekonomi rakyat kecil. Hal ini ditegaskan oleh anggota Majelis Wali Amanat (MWA) UGM, Jendral (Purn) Luhut Binsar Panjaitan saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Membangun Ekonomi Rakyat: Terobosan Inovatif dalam Kepemimpinan dan Pengembangan Ekonomi Lokal di Auditorium MM UGM, Kamis (12/12). 
Luhut mengatakan potensi Indonesia untuk maju dan berkembang sangat terbuka dengan kekayaan alam dan SDM yang melimpah. Jika berhasil memanfaatkan potensi dan peluang tersebut maka 20 tahun mendatang Indonesia akan masuk dalam 7 besar negara di ASEAN.

"Jika siap maka saat Komunitas ASEAN tahun 2015 mendatang Indonesia akan menjadi pemimpin," kata Luhut. Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi, Luhut berharap agar pemerintah memberi perhatian terhadap beberapa persoalan yang masih dihadapi, seperti pemerataan keadilan dan kemiskinan. Persoalan-persoalan itu bisa diatasi melalui sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Pemilu 2014 bisa menjadi salah satu tonggak untuk mencari figur pemimpin bangsa yang mampu menyelesaikan persoalan itu. “Pemerintah harus banyak turun ke lapangan. Cari pemimpin yang berani, jujur dan punya satunya kata dengan perbuatan,”katanya.


Sementara itu Fahmi Gustiawan dari IBM mengingatkan kembali peran IT dalam membangun ekonomi rakyat. 

Ia memberikan contoh kasus Gubernur DKI Jakarta melalui dashboard sebagai alat pendukung kinerjaBanyak keuntungan pemanfaatan IT karena program-progam pemerintah akan terpantau dengan baik dan akuntabel karena informasi yang diterima dan didistribusikan bersifat simetris. 

"Transformasi ekonomi kerakyatan akan berjalan  dengan baik karena dapat termonitor tepat waktu dan sasaran," terang Fahmi.


Bupati Bangli, I Made Gianyar pada forum tersebut memberikan contoh pengembangan potensi ekonomi di wilayahnya. Melalui Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat, yang dikenal dengan istilah Gerbang E Mas, kegiatan ekonomi masyarakat Bangli fokus pada bidang agraris dan non agraris. Strategi yang dijalankan antara lain dengan penetapan pusat pertumbuhan dan klaster model.
"Di dalamnya ada sinergi pemerintah, masyarakat dan stakeholder sehingga perekonomian masyarakat berdaya saing tinggi melalui proses produksi hingga distribusi," papar alumnus UGM itu.



Sumber : Satria/UGM

-------------------------
http://www.dnaberita.com/berita-101952-membangun-indonesia-tanpa-melupakan-ekonomi-kerakyatan.html.html
http://feb.ugm.ac.id/id/berita/695-membangun-indonesia-tanpa-melupakan-ekonomi-kerakyatan.html
http://ugm.ac.id/en/berita/8513-membangun.indonesia.tanpa.melupakan.ekonomi.kerakyatan
http://kr.co.id/read/197095/ekonomi-kerakyatan-kunci-pembangunan-indonesia.kr
http://www.solopos.com/2013/12/15/indonesia-bisa-jadi-pemimpin-asean-474467
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/12/14/183352/Membangun-Indonesia-Tanpa-Lupakan-Ekonomi-Kerakyatan
http://bandung.bisnis.com/read/20131215/34238/469822/indonesia-berpeluang-jadi-pemimpin-asean
http://www.definit.asia/Training-project11.html

Saturday, October 26, 2013

Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional

Teori Kepemimpinan.
Salah satu teori yang menekankan suatu perubahan dan yang paling komprehensif berkaitan dengan kepemimpinan adalah teori kepemimpinan transformasional dan transaksional (Bass, 1990). Gagasan awal mengenai gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional ini dikembangkan oleh James MacFregor Gurns yang menerapkannya dalam konteks politik. Gagasan ini selanjutnya disempurnakan serta diperkenalkan ke dalam konteks organisasional oleh Bernard Bass (Berry dan Houston, 1993).

Burn (dalam Pawar dan Eastman, 1997) mengemukakan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional dapat dipilah secara tegas dan keduanya merupakan gaya kepemimpinan yang saling bertentangan. Kepemimpinan transformasional dan transaksional sangat penting dan dibutuhkan setiap organisasi.

Selanjutnya Burn (dalam Pawar dan Eastman, 1997; Keller, 1992) mengembangkan konsep kepemimpinan transformasional dan transaksional dengan berlandaskan pada pendapat Maslow mengenai hirarki kebutuhan manusia.

Menurut Burn (dalam Pawar dan Eastman, 1997) keterkaitan tersebut dapat dipahami dengan gagasan bahwa kebutuhan karyawan yang lebih rendah, seperti kebutuhan fisiologis dan rasa aman hanya dapat dipenuhi melalui praktik gaya kepemimpinan transaksional. Sebaliknya, Keller (1992) mengemukakan bahwa kebutuhan yang lebih tinggi, seperti harga diri dan aktualisasi diri, hanya dapat dipenuhi melalui praktik gaya kepemimpinan transformasional.



Sejauh mana pemimpin dikatakan sebagai pemimpin transformasional, Bass (1990) dan Koh, dkk. (1995) mengemukakan bahwa hal tersebut dapat diukur dalam hubungan dengan pengaruh pemimpin tersebut berhadapan karyawan. Oleh karena itu, Bass (1990) mengemukakan ada tiga cara seorang pemimpin transformasional memotivasi karyawannya, yaitu dengan:
  1. Mendorong karyawan untuk lebih menyadari arti penting hasil usaha;
  2. Mendorong karyawan untuk mendahulukan kepentingan kelompok; dan
  3. Meningkatkan kebutuhan karyawan yang lebih tinggi seperti harga diri dan aktualisasi diri. 

 

Hubungan antara Persepsi Gaya Kepemimpinan Transformasional berkaitan dengan kepemimpinan transformasional, Bass (dalam Howell dan Hall-Merenda, 1999) mengemukakan adanya empat karakteristik kepemimpinan transformasional, yaitu:
  1. Karisma,
  2. Inspirasional,
  3. Stimulasi intelektual, dan
  4. Perhatian individual.
Selanjutnya, Bass (1990) dan Yukl (1998) mengemukakan bahwa hubungan pemimpin transaksional dengan karyawan tercermin dari tiga hal yakni:
  1. Pemimpin mengetahui apa yang diinginkan karyawan dan menjelasakan apa yang akan mereka dapatkan apabila kerjanya sesuai dengan harapan;
  2. Pemimpin menukar usaha-usaha yang dilakukan oleh karyawan dengan
  3. imbalan; dan
  4. Pemimpin responsif terhadap kepentingan pribadi karyawan selama kepentingan tersebut sebanding dengan nilai pekerjaan yang telah dilakukan karyawan.
Berkaitan dengan pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap perilaku karyawan, Podsakoff dkk. (1996) mengemukakan bahwa gaya kepemimpinan transformasional merupakan faktor penentu yang mempengaruhi sikap, persepsi, dan perilaku karyawan di mana terjadi peningkatan kepercayaan kepada pemimpin, motivasi, kepuasan kerja dan mampu mengurangi sejumlah konflik yang sering terjadi dalam suatu
organisasi.

Menurut Bycio dkk. (1995) serta Koh dkk. (1995), kepemimpinan transaksional adalah gaya kepemimpinan di mana seorang pemimpin menfokuskan perhatiannya pada transaksi interpersonal antara pemimpin dengan karyawan yang melibatkan hubungan pertukaran. Pertukaran tersebut didasarkan pada kesepakatan mengenai klasifikasi sasaran, standar kerja, penugasan kerja, dan penghargaan.

Judge dan Locke (1993) menegaskan bahwa gaya kepemimpinan merupakan salah satu faktor penentu kepuasan kerja. Jenkins (dalam Manajemen, 1990), mengungkapkan bahwa keluarnya karyawan lebih banyak disebabkan oleh ketidakpuasan terhadap kondisi kerja karena karyawan merasa pimpinan tidak memberi kepercayaan kepada karyawan, tidak ada keterlibatan karyawan dalam pembuatan keputusan, pemimpin berlaku tidak objektif dan tidak jujur pada karyawan. Pendapat ini didukung oleh Nanus (1992) yang mengemukakan bahwa alasan utama karyawan meninggalkan organisasi disebabkan karena pemimpin gagal memahami karyawan dan pemimpin tidak memperhatikan kebutuhan-kebutuhan karyawan. Dalam kaitannya dengan koperasi, Kemalawarta (2000) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa kendala yang menghambat perkembangan koperasi di Indonesia adalah keterbatasan tenaga kerja yang terampil dan tingginya turnover.

Pada dasarnya, kepemimpinan merupakan kemampuan pemimpin untuk mempengaruhi karyawan dalam sebuah organisasi, sehingga mereka termotivasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam memberikan penilaian terhadap gaya kepemimpinan yang diterapkan pemimpin, karyawan melakukan proses kognitif untuk menerima, mengorganisasikan, dan memberi penafsiran terhadap pemimpin (Solso, 1998).

Berbagai penelitian yang dilakukan berkaitan dengan kepuasan kerja terutama dalam hubungannya dengan gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional. Penelitian yang dilakukan oleh Koh dkk. (1995) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dan transaksional dengan kepuasan kerja. Penelitian yang dilakukan oleh Popper dan Zakkai (1994) menunjukkan bahwa pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap organisasi sangat besar.
------------------------------------
Sumber: http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/kepemimpinan-transformasional-dan.html

               (dengan beberapa editan gambar).

Saturday, October 12, 2013

The Spirit Carries On - by Dream Theater

 

Where did we come from?
Why are we here?
Where do we go when we die?
What lies beyond
And what lay before?
Is anything certain in life?

They say "Life is too short"
"The here and the now"
And "You're only given one shot"
But could there be more
Have I lived before
Or could this be all that we've got?

If I die tomorrow
I'd be alright
Because I believe
That after we're gone
The spirit carries on

I used to be frightened of dying
I used to think death was the end
But that was before
I'm not scared anymore
I know that my soul will transcend

I may never find all the answers
I may never understand why
I may never prove
What I know to be true
But I know that I still have to try

If I die tomorrow
I'd be alright
Because I believe
That after we're gone
The spirit carries on

"Move on, be brave
Don't weep at my grave
Because I'm no longer here
But please never let
Your memories of me disappear"

Safe in the light that surrounds me
Free of the fear and the pain
My questioning mind
Has help me to find
The meaning in my life again
Victoria's real
I finally feel
At peace with the girl in my dreams
And now that I'm here
It's perfectly clear
I found out what all of this means

If I die tomorrow
I'd be alright
Because I believe
That after we're gone
The spirit carries on
-----------------------
Source: http://www.youtube.com/watch?v=cLvQTqI2IfE
Dedicated to all my Lovely Families & Friends

Friday, September 13, 2013

Kisah Kejujuran Dua Bocah Penjual Tisu di Pinggir Jalan

YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO

Kejujuran sebuah kata yang sangat sederhana tapi sekarang menjadi barang langka dan sangat mahal harganya. Memang ketika kita merasa senang dan segalanya berjalan lancar, mengamalkan kejujuran secara konsisten tidaklah sulit, tetapi pada saat sebuah nilai kejujuran yang kita pegang berbenturan dengan perasaan, kita mulai tergoncang apakah tetap memegangnya, atau kita biarkan tergilas oleh keadaan. Sebuah kisah kejujuran yang sangat menyentuh hati, dua orang anak kecil menjajakan tisu di pinggir jalan. Membuat kita mesti belajar banyak tentang arti sebuah kejujuran.

Siang ini, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka makhluk-makhluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur kira-kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan, “Terima kasih Oom!” Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka.

Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki-laki itu pun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi-lagi sayup-sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, dua pertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan.

Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayuti langit Jakarta.

“Terima kasih ya mbak … semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas mereka, tak lama si wanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.

“Maaf, nggak ada kembaliannya … ada uang pas nggak mbak?” mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.

“Oom boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan?” suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah. “Nggak punya!”, tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata “Ambil saja kembaliannya, dik!” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya ke arah ujung sebelah timur.

Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak ia bilang “Sudah buat kamu saja, nggak apa..apa ambil saja!”, namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. “Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !”

Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya. Tinggallah episode saya dan mereka. Uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar “Om, bisa tunggu ya, saya ke bawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek!”

“Eeh … nggak usah … nggak usah … biar aja … nih!” saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya, tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya, “Nanti dulu Om, biar ditukar dulu … sebentar.”

“Nggak apa apa, itu buat kalian” lanjut saya. “Jangan … jangan oom, itu uang oom sama mbak yang tadi juga” anak itu bersikeras. “Sudah … saya ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas !”, saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat.

Secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari ke arah saya. “Ini deh om, kalau kelamaan, maaf ..”. Ia memberi saya delapan pack tissue. “Buat apa?”, saya terbengong “Habis teman saya lama sih oom, maaf, tukar pakai tissue aja dulu”. Walau dikembalikan ia tetap menolak.

Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah. “Terima kasih Om!”..mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan, “Duit mbak tadi gimana ..?” suara kecil yang lain menyahut, “Lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin …….”.

Percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan. Tuhan, hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang tissue.

Dua anak kecil yang bahkan belum balig, memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu belia. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil.
--------------------------------------
Sumber: 

Sunday, May 26, 2013

Persahabatan bagai Kepompong


Dulu kita sahabat
Teman begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari

Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu

Kini kita melangkah berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karna sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karna ku sayang

Reff:
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah


Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagai kepompong
Na na na na na na na na na


Semua yang berlalu
Biarkanlah berlalu
Seperti hangatnya mentari

Siang berganti malam
Sembunyikan sinarnya
Hingga ia bersinar lagi

Dulu kita melangkah berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karna sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karna ku sayang

Sunday, May 12, 2013

WS Rendra: Hidup Tidaklah untuk Mengeluh dan Mengaduh

Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh.
Hidup adalah untuk mengolah hidup.
Bekerja membalik tanah.
Memasuki rahasia langit dan samodra.
Serta mencipta dan mengukir dunia.

Kita menyandang tugas.
Karena tugas adalah tugas.
Bukan demi sorga atau neraka.
Tapi demi kehormatan manusia.
Karena sesungguhnyalah kita bukan debu.
Meski kita sudah reyot, tua renta dan kelabu.

Kita adalah kepribadian.
Dan harga kita adalah kehormatan kita.
Tolehlah lagi ke belakang.
Ke masa silam yang tak seorang pun kuasa menghapusnya
-----------------------------------------

Sumber:
Puisi: http://www.sudutpandang.com/2009/08/ws-rendra-hidup-tidaklah-untuk-mengeluh-dan-mengaduh/
Gambar: http://m.lensaindonesia.com/2012/01/10/puisi-terakhir-ws-rendra-sebelum-meninggal.html
Kenangan  dari WS Rendra

Wednesday, February 20, 2013

The Happiness is The Key to Life

Renungan Pembelajaran Diri Agar Sukses

---------------------------------------------------
Seseorang dengan mindset berkembang akan selalu memandang bahwa bakat, kecerdasan, dan kualitas adalah sesuatu yang bukan given (sudah ditetapkan), tetapi bisa diperoleh melalui upaya-upaya tertentu. Karena itu hidup dalam pemanfaatan peluang dan tantangan untuk berkembang adalah jiwa dari orang dengan mindset berkembang ini. Keberhasilan dimaknai sebagai “berusaha lebih baik”, dan kegagalan dimaknai sebagai “kurangnya ketrampilan dan pengalaman”. Karena itu kegagalan perlu diresponi dengan sebuah upaya untuk bekerja lebih keras, lebih tekun, lebih bermotivasi.
---------------------------------------------------
 
“…whatever is true, whatever is noble, whatever is right, whatever is pure, whatever is lovely, whatever is admirable—if anything is excellent or praiseworthy—think about such things” (Apostle Paul to Philippians)

Apa yang kita pikirkan menentukan apa yang akan kita lakukan. Pola pikir kita ini akan mempengaruhi karakter, kebiasan (habits), perilaku dan sikap kita. Pola pikir ini sangat dipengaruhi oleh sistim kepercayaan atau sistim nilai yang kita miliki, nilai-nilai keluarga, pendidikan, dan lingkungan. Karena itu kita harus memastikan agar pola pikir kita hanya dibentuk dan dipengaruhi dengan nilai-nilai yang baik dan benar.

Sebuah transformasi (perubahan) pola pikir harus terjadi, jika kita ingin mengembangkan hidup yang berkualitas. Perubahan ini dimaksudkan supaya semua potensi, bakat, dan talenta kita bisa dikembangkan secara optimal, dan menghasilkan sebuah keluaran (output) dengan kualitas terbaik.

Mind Set (Pola Pikir) adalah inti dari Self Learning atau pembelajaran diri. Inilah yang menentukan bagaimana kita memandang sebuah potensi, kecerdasan, tantangan dan peluang sebagai sebuah proses yang harus diupayakan dengan ketekunan, kerja keras, komitmen untuk tercapainya kebehasilan visi dan tujuan hidup kita.

Proses pembelajaran diri selalu dimulai dari perumusan visi dan misi hidup. Inilah yang akan memandu arah dan jalan keberhasilan kita. Inilah yang akan mengarahkan kemana tujuan kita dan menjadi seperti apakah kita nanti. Namun itu tidak cukup. Perlu sebuah mind set yang berkembang (growth mindset) yang akan menjadi katalisator dalam merespon setiap peluang, tantangan, dan perubahan dan mengubahnya menjadi sebuah proses  yang dijalankan dengan ketelatenan, usaha, dan komitmen yang kontinyu dan berkelanjutan, untuk menjadi berhasil, berkembang, dan berkualitas.

Seseorang dengan mindset berkembang akan selalu memandang bahwa bakat, kecerdasan, dan kualitas adalah sesuatu yang bukan given  (sudah ditetapkan), tetapi bisa diperoleh melalui upaya-upaya tertentu. Karena itu hidup dalam pemanfaatan peluang dan tantangan untuk berkembang adalah jiwa dari orang dengan mindset berkembang ini. Keberhasilan dimaknai sebagai “berusaha lebih baik”, dan kegagalan dimaknai sebagai “kurangnya ketrampilan dan pengalaman”. Karena itu kegagalan perlu diresponi dengan sebuah upaya untuk bekerja lebih keras, lebih tekun, lebih bermotivasi.

Sebuah survey Gallup tentang “Karakter Orang-orang Sukses di Amerika” menjelaskan bahwa hampir semua orang yang berhasil, berkualitas dan berkembang kehidupannya, adalah mereka-mereka yang memiliki mindset berkembang, seperti: kerja keras, tujuan yang jelas, hasrat belajar yang tinggi, tidak pernah berhenti belajar pada satu bidang tetapi selalu mencoba bidang lain, menghargai kemampuan pengembangan logika, terus berusaha untuk berubah dan berkembang dan sebagainya. Hidup yang berkualitas dan berkembang bisa dicapai karena mindset yang benar sudah mendarahdaging dan menjelma dalam karakter, kebiasaan, sikap dan perilaku orang-orang sukses.

Tujuh Hukum Seorang Pembelajar (7 Laws of Learner)
Seorang pembelajar yang baik selalu mengikuti hukum-hukum yang menjadikannya pribadi yang pantang menyerah, selalu terbuka kepada perubahan, dan bersedia untuk berubah. Inilah Tujuh Hukum Seorang Pembelajar:

1. Kesuksesan itu menyangkut pembelajaran, pengembangan diri, dan proses menjadi lebih 
    cerdas.

Tidak pernah ada kesuksesan tanpa pembelajaran. Tidak pernah ada pembelajaran jika tidak ada tujuan yang ingin dicapai. Belajar untuk menerima perubahan, tantangan, dan peluang. Belajar untuk selalu ingin tahu untuk peningkatan pengetahuan. Belajar untuk bersedia berubah dan berkembang.

2. Kecerdasan berkaitan dengan proses mempelajari sesuatu seturut dengan waktu; 
    menghadapi tantangan dan menciptakan kemajuan.

Kecerdasan selalu bisa ditingkatkan melalui upaya yang tekun dan sungguh-sungguh. Itu bukan sesuatu yang ditetapkan. Walaupun beberapa orang memang dianugerahi dengan kecerdasan yang luar biasa, namun kecerdasan sejati adalah kecerdasan yang diperoleh dengan proses belajar, bersedia menghadapi tantangan, dan berhasil menciptakan kemajuan dalam setiap tahapan prosesnya.

3. Kegagalan sama sekali tidak menentukan nasib. Itu adalah persoalan yang harus dihadapi,
    dipelajari, dipecahkan, dan diambil hikmahnya.

Kegagalan bukanlah segala-galanya. Itu tidak menentukan masa depan kita. Dalam diri seseorang dengan mindset berkembang, kegagalan adalah sebuah persoalan yang perlu ditangani dan dipecahkan dengan usaha dan upaya yang lebih memadai dibanding sebelumnya. Kegagalan menjadi motivasi bagi orang dengan mindset berkembang untuk bekerja lebih baik, dengan fokus memperbaiki kelemahan dan kekurangan.

4. Upaya adalah sesuatu untuk menyalakan kemampuan dan mengubahnya menjadi 
    pencapaian. Kemampuan dapat ditingkatkan.

Upaya itu diibaratkan sebagai pemantik api yang akan menggelorakan kapabilitas, kompetensi dan kemampuan orang apabila dilakukan dengan tekad dan komitmen yang kuat. Karena itu haruslah dipastikan supaya motivasi, tekad, dan komitmen tidak pernah padam dalam proses mentransformasi kemampuan menjadi pencapaian.

5. Keingintahuan (belajar) terus menerus tanpa akhir, serta pencarian akan tantangan.

Jiwa seorang pembelajar adalah hasrat yang tidak pernah berhenti untuk belajar dalam segala hal. Tidak ada waktu sedikitpun untuk berhenti dari hasrat itu. Mengembangkan rasa ingin tahu dengan mencari tantangan baru. Tidak pernah puas dengan kondisi sekarang, tetapi selalu mencari jalan untuk perbaikan dan pengembangan. Ketika hasrat itu padam, mati jugalah jiwa sang pembelajar

6. Bertanggung jawab terhadap proses-proses yang membawanya kepada keberhasilan dan 
mempertahankannya.

Setiap proses yang membentuk karakter dan kebiasan sukses harus dipertanggungjawabkan dengan  mempertahankan proses tersebut, ketika tantangan menjadi lebih berat dan sulit. Walaupun mungkin proses tersebut harus diupayakan lebih keras, lebih tekun, lebih bersemangat dibandingkan sebelumnya. Tetapi inilah arti pertumbuhan. Tidak akan pernah menghadapi situasi dan tantangan yang sama. Namun proaktif mencari situasi dan tantangan yang jauh lebih berat dan sulit dibandingkan sebelumnya. Seorang pembelajar haruslah memastikan untuk terus mempertahankan, bahkan meningkatkan kualitas karakter yang membawanya kepada keberhasilan sebelumnya. Inilah mentalitas sang juara

7. Bersedia menerima umpan balik dan kritik untuk peningkatan kualitas dan kemajuan
Umpan balik bisa menjadi obat maupun racun. Tergantung sikap dan mindset orang. Seorang pembelajar yang sadar akan proses, selalu mencari umpan balik untuk perbaikan yang dibutuhkan. Tidak pernah alergi dengan kritik yang bertubi-tubi, betapapun tajamnya kritik tersebut. Bagi seorang pembelajar banyaknya kritik tidak menentukan masa depannya, walaupun mungkin kritikannya memang benar. Jika kegagalan yang dihadapinya dan banyak kritik yang diperolehnya, seorang pembelajar dengan mindset berkembang akan terlecut hatinya untuk meningkatkan upayanya karena pola pikirnya yang menempatkan kegagalan sebagai kurangnya ketrampilan dan pengalaman. Kritik adalah obat yang menyehatkannya.

Memulai Menjadi Seorang Pembelajar
Jika ingin menimba keberhasilan dan menjadi pribadi yang berkualitas, tidak ada jalan lain bahwa kita harus mengalami transformasi mindset kita. Tidak mudah mengubah mind set lama dengan mind set baru, karena perubahannya yang bersifat radikal. Mengubah mindset berarti membongkar kebiasaan dan sikap kita yang lama dan membentuk sebuah karakter baru seorang pembelajar. Visi dan tujuan hidup akan menjadi katalisator perubahan tersebut.

Perubahan mindset ini harus diikuti dengan sebuah identifikasi: peluang dan tantangan apa saja yang kita hadapi dan bisa kita gunakan untuk berkembang. Peluang itu bisa untuk diri sendiri, profesi, maupun untuk orang-orang di sekitar kita

Dan ketika identifikasi itu sudah dilakukan, kita perlu menyusunnya dalam sebuah rencana aksi yang jelas dan terukur. Tentu dibutuhkan komitmen dan tekad yang kuat supaya rencana itu berjalan dengan baik. Jika kita menemui rintangan atau kemunduran, maka kita perlu menyusun ulang rencana berdasarkan umpan balik dan kritik yang kita terima.

Ketika keberhasilan sudah mulai bisa dicapai, kita perlu memikirkan bagaimana cara mempertahankan keberhasilan tersebut, bahkan melanjutkan dan meningkatkannya. Tentu ini adalah sebuah proses berulang (circle process) dalam pembentukan karakter, kebiasan, dan perilaku kita menjadi pribadi yang utuh, berkualitas dan berkembang. Jadilah seorang pembelajar yang baik. 

Renungan Pembelajaran Diri Agar Sukses
Banyak kata bijak mengajarkan pada kita agar banyak mendengar dan melihat, sambil menganalisa dan melakukan yang terbaik. Ada juga yang mengajarkan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Namun ada yang harus di ingat bahwa pengalaman tidak harus kita sendiri yang mengalaminya. Alangkah bijak jika kita juga belajar dari pengalaman orang lain. Kita tidak perlu lagi mengalami masa-masa sulit yang berkepanjangan karena pengalaman orang lain telah mengajarkan pada kita cara mengatasinya.
  1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan kian bahagia.
  2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
  3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
  4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.
  5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu akan memahami kamu.
  6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
  7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu.
  8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.
  9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah, bukan hanya sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya
  10. Bekerjalah melebihi gaji Anda. Suatu saat Anda akan digaji melebihi pekerjaan Anda
  11. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
  12. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka akan bertambah kesuksesanmu.
  13. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!
  14. Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan para Pemenang selalu menjadi Bukti
------------------------------------------------------------------
Dikutip dari:
* Sigit B. Darmawan: http://esbede.wordpress.com/2008/05/02/self-learning-pembelajaran-diri/
* http://diradja.wordpress.com/2011/03/25/renungan-pembelajaran-diri-agar-sukses/

Wednesday, January 30, 2013

Film-Film yang Penuh Inspirasi dan Pesan yang Dalam

1. Beautiful Mind
 
Sebuah film yang bercerita tentang perjuangan luar biasa seorang penerima Nobel Ekonomi, John Forbes Nash (Russel Crowe) yang menderita gangguan Schizoprenia paranoid. Dukungan keluarga [terutama istrinya], sahabat-sahabatnya, sejawatnya di kampus, membuat John Nash bisa “berdamai” dengan halusinasi dan delusi yang menjadi simptom utama schizoprenia.

Film ini luar biasa dari segi penceritaannya. Juga menampilkan kejeniusan Nash yang diatas rata-rata, halusinasi dan delusi yang terus menghantuinya, pengobatan schizoprenia yang saat itu masih menggunakan insulin shock-therapy, dukungan istri dan rekan-rekannya dalam karirnya di Princeton University, dan masih banyak lagi. Temanya memang sangat psikologis.

Film yang disutradarai oleh Ron Howard dan dibintangi antara lain oleh Jennifer Connely (Alicia Nash), Paul Bettany (Charles Herman), Ed Harris (William Parcher), dan Adam Goldberg (Sol) ini mendapat Oscar di tahun 2001.
------------------------------------------------------------------
Perhaps it is good to have a beautiful mind, but an even greater gift is to discover a beautiful heart.
(John F. Nash)
------------------------------------------------------------------
 2. The Insider
 
Film ini mengajarkan tentang arti sebuah profesionalitas dan pengungkapan kebenaran bagi diri saya. The Insider bercerita tentang Dr. Jeffrey Wigand (Russel Crowe) yang dipecat dari perusahaan rokok Brown & Williamson karena tidak menyetujui kebijakan perusahaan. Wigand memiliki informasi berharga tentang kebijakan perusahaan rokok itu yang dinilainya merugikan publik, namun dia terikat pada Confidential Agreement.

Lowell Bergman (Al Pacino), seorang produser acara 60 Minutes di CBS, menyarankan Dr. Wigand untuk mengungkapkan informasi itu dalam acara 60 Minutes di CBS. Disinilah “pertempuran” dimulai. Setalah informasi itu berhasil ditayangkan, Bergman memilih mundur dari CBS dengan alasan tidak ingin kasus serupa terjadi. Pelajaran yang sangat berharga bahwa kerahasiaan identitas informan adalah hal yang sangat dijunjung tinggi di dunia pers.

Film yang disutradarai oleh Michael Mann ini menjadi nominasi Oscar pada tahun 1999, namun dikalahkan oleh film American Beauty.
------------------------------------------------------------------
And I don’t like paranoid accusations ! I’m a journalist. Think. Use your head. How do I operate as a journalist by screwing the people who could provide me with information before they provided me with it ?
(Lowell Bergman)
------------------------------------------------------------------
3. Life is Beautiful
 
Film yang disutradarai oleh Roberto Benigni ini bercerita tentang kisah satu keluarga yang mengalami penderitaan selama kekuasaan NAZI pada Perang Dunia II. Guido Orefice (Roberto Benigni) beserta istrinya, Dora (Nicoletta Braschi) dan anaknya, Giosue (Giorgio Cantarini) dimasukkan ke kamp konsentrasi oleh NAZI dan mengalami berbagai kesulitan selama berada disana.

Disitulah perjuangan itu dimulai. Bagi Guido, walaupun berada dalam kamp konsentrasi dan mengalami penderitaan fisik dan mental, hal yang selalu diingat dan dilakukannya adalah : mengganggap bahwa hidup itu indah. Dengan segala cara dia membuat agar anaknya bisa bahagia dan merasakan keindahan hidup itu sendiri.

Film ini mendapat Oscar di tahun 1998 untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik (Best Foreign Language).
------------------------------------------------------------------
This is the sacrifice my father made for me.
(Giosue Orefice)
------------------------------------------------------------------
 4. The Pursuit of Happiness
 
Christopher Gardner(Ayah):
Hey, jangan pernah biarkan siapapun mengatakan.... kamu tidak bisa melakukan sesuatu hal
Bahkan jika aku yang mengatakannya.
Mengerti ?
Christopher(anak):
Baiklah.
Christopher Gardner(ayah):
Jika kamu mempunyai mimpi... Kau harus menjaganya dengan baik
Mereka yang memberi tahu bahwa kamu tidak bisa melakukan sesuatu, itu karena mereka sendiri tidak mampu melakukannya.
Jika kamu menginginkan sesuatu, maka pergi dan raihlah.
Titik.

Potongan pembicaraan ini adalah salah satu scene dari film pursuit of happyness yang dibintangi oleh will smith. Dirilis pada tahun 2006, film ini sangat direkomendasikan untuk anda yg sedang putus asa,atau lemah semangat. Didalamnya menceritakan perjuangan tentang seorang sales yang ditimpa kemalangan2 dan ketidak suksesan baik secara finansial maupun dlm kehidupan rumah tangga, namun tetap terus berusaha sampai akhir. Dari keadaan ditinggal istrinya dan menjadi orang tua tunggal, hidup berpindah2 di penampungan gelandangan, menjadi seorang pemilik perusahaan broker dan milyuner di akhir hidupnya. Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata, dan mengingatkan kita untuk selalu menjaga mimpi2 kita dalam keadaan seburuk apapun.

5. 3 Idiots
 
Di India (dan mungkin banyak di banyak negara, termasuk Indonesia) muncul anggapan bahwa untuk menjadi orang yang sukses, orang harus menjadi yang terbaik di kampus. Dengan demikian ia akan mendapatkan pekerjaan terbaik, menjadi orang kaya dan memperoleh jodoh yang baik.

Jika dia gagal dalam akademis, masa depannya akan suram. Hal ini yang kemudian dilawan oleh tokoh Rancho yang menjadi sentral dalam film inspirasi ini.
Ada banyak hal yang menarik untuk dipelajari dari 3 Idiots. Film inspirasi yang menyentil masalah pendidikan ini mempertanyakan sistem pendidikan yang ada. Pendidikan yang seharusnya mengembangkan manusia justru malah menekan potensi manusia itu sendiri.

Manusia tidak lagi memiliki kebebasan berpikir, tetapi harus berpikir menurut sistem yang dalam film ini diwakili oleh sosok Viru S. Sebagai contoh, mahasiswa tidak boleh menciptakan definisi sendiri, tetapi harus menuruti buku teks.

Mahasiswa juga dipaksa mengikuti tenggang waktu yang terkadang tidak masuk akal tanpa ada toleransi sedikit pun. Dosen dan kampus akhirnya menjelma sebagai tokoh otoriter yang bertindak semaunya.

3 Idiots juga menyoroti masalah pilihan bebas. Saat seorang anak lahir, ia telah diberi beban dari orang tuanya. Anak laki-laki, misalnya, dipaksa menjadi insinyur. Anak perempuan menjadi dokter. Harapan orang tua terhadap anak begitu tinggi hingga pada akhirnya, anak yang tidak bisa memenuhi harapan orang tua akan menjadi tidak bahagia, stress dan mungkin saja mencoba bunuh diri seperti yang digambarkan dalam tokoh Raju.

Adalah tokoh Rancho yang mengajarkan pentingnya menjalani hal yang paling kita sukai. Karena hanya dengan berani mengejar passion kita, kita dapat berbuat yang terbaik bagi diri sendiri dan orang lain. Hal ini yang pada akhirnya membuat Raju berani menghadapi banyak hal dan membuat Farhan berani keluar dari kampus demi mengejar karirnya sebagai fotografer.

Karena seperti kata tokoh Farhan yang kurang lebih berkata, “Kalau saya miskin dalam menjalani pilihan saya, saya hanya akan menyalahkan diri sendiri. Akan tetapi kalau saya miskin dalam menjalani pilihan ayah, saya akan menyalahkan ayah.”

Tokoh Ranchu sendiri digambarkan pada akhirnya berhasil membangun sekolah impiannya. Sebuah sekolah yang memacu muridnya untuk kreatif, menciptakan alat-alat dan bebas dari tuntutan konvensional masyarakat. Bukan itu saja, ia berhasil membuktikan kepada Chatur, bahwa kesuksesan bisa lahir tanpa harus mengikuti aturan pakem dunia pendidikan.

Secara keseluruhan film inspirasi ini mengajarkan pada kita tentang pentingnya kebebasan berpikir dalam pendidikan dan pentingnya mengejar hal yang paling penting bagi kita untuk memaksimalkan potensi dalam diri kita. Setelah itu, maka kekayaan dan kesuksesan akan mengikuti dengan sendirinya.

Hal ini sangat relevan dengan situasi sekarang. Orang berusaha mencari uang sebanyak-banyaknya tapi mungkin tidak bahagia karena pekerjaan itu bukanlah bidang yang mereka cintai.

Sejauh ini, film inspirasi 3 Idiots merupakan film Bollywood dengan pendapat tertinggi sepanjang masa. Sebelumnya, film dengan rekor pendapatan tertinggi adalah Ghajani, yang juga dibintangi oleh Aamir Khan.

Film inspirasi ini juga diganjar sejumlah penghargaan, mulai dari 6 Film fare Award untuk film dan sutradara terbaik, sepuluh Star Screen Awards dan enam belas IIFA Awards. Film inspirasi ini diangkat secara bebas dari novel Five Point Someone oleh Chetan Bhagat.

Motivation Word From 3 Idiots
  1. Seberapa besarpun masalah, yakinkan hatimu bahwa semua pasti baik baik saja, dgn begitu hatimu bisa tenang
  2. Insinyur itu org org pintar, tapi mereka blm bisa menemukan alat utk mengukur tekanan mental
  3. Tidak ada yang tahu bagaimana masa depan kita
  4. Hidup ini seperti perlombaan, kalau kalian tidak cepat, kalian akan kalah
  5. Hati kita itu mudah takut. yg pnting bgaimna cara kita meyakinkan hati kita jika smua itu psti akan baik-baik saja
  6. Give me some sunshine. Give me some rain. Give me another chance. I wanna grow up once again
  7. Ini universitas. Bukan panci masak bertekanan tinggi yang hanya membuat pikiran org tertekan.
  8. Jgn belajar utk menjadi kaya saja. Tapi belajarlah menjadi ahli
  9. Untuk apa mempublikasikan kelemahan orang didepan umum
  10. Tingkatan hanya menciptakan perpecahan
  11. Melihat teman kita tdk lulus itu sgt menyedihkan.
  12. Kau yg memulainya, tapi kau juga yg harus mengakhirinya
  13. Jgn mengejar kesukseskan. Jadilah insinyur hebat, dan kesuksesan akan menghampirimu.
  14. Itulah akibatnya bila menghafal tanpa memahami. Kau akan menghabiskan 4 tahun utk belajar, 40 tahun utk menyesali.
  15. Buat yang menjadi hobimu, menjadi pekerjaanmu, dengan begitu kau akan bekerja seperti bermain.
6. Patch Adams
 
 Arthur:
How many do you see ?
Adams:
There are four fingers, Arthur.
Arthur:
No, no, no. Look at me.
Adams:
What ?
Arthur:
You're focusing on the problem.
If you focus on the problem, you can't see the solution.
Never focus on the problem.
Look at me ! How many do you see ?
No, look beyond the fingers. How many do you see ?
Adams:
Eight.
Arthur:
Eight. Eight.
Yes ! Yes !
Eight's a good answer.
Yes.
See what no one else sees!
See what everyone else
chooses not to see...
out of fear and conformity and laziness.
See the whole world a new each day.
----------------------------------------------------
"You're focusing on the problem. If you focus on the problem, you can't see the solution." 
Film drama komedi produksi tahun 1998 ini berdasarkan kisah nyata tentang Dr. Hunter “Patch” Adams yang terkenal dengan metode penyembuhannya yang tidak lazim dan melawan pakem tradisional kedokteran. Kisahnya dimulai dengan Hunter Adams (Robin Williams) yang depresi lantaran ditinggal pacarnya namun secara sukarela masuk ke rumah sakit jiwa lantaran ingin sembuh.

Ketika berada dalam perawatan di rumah sakit, Hunter mulai menemukan jalan hidupnya. Di sana ia menikmati bisa menolong pasien lain lantaran melihat dokter dan staf bersikap kaku pada para pasien. Ia menolong para pasien dengan humor dan tawa. Sejak itu Hunter yang kemudian lebih dikenal dengan julukan Patch bertekad menjadi dokter agar bisa membantu banyak orang.

Namun di sekolah kedokteran, Patch melihat metode pengobatan yang diajarkan sangat kaku karena hanya melihat sisi badaniah dan mengabaikan sisi rohaniah. Patch menganggap pengobatan harusnya mencakup dua sisi tersebut serta melihat humor adalah obat terbaik untuk kesehatan. Metode yang digunakannya sangat ditentang para dokter dan profesor sekolah kedokteran yang tidak suka metode mereka dipertanyakan.

Tetap saja Patch maju terus, tidak peduli kecaman atau gugatan dari kolega di dunia medis. Setelah lulus kedokteran, Patch kemudian mendirikan klinik sendiri yang bernama Gesundheit Clinic agar lebih leluasa menggunakan metodenya dan juga ingin membantu banyak pasien miskin yang tidak terjangkau sistem kesehatan Amerika yang mahal dan elitis. Namun lantaran Patch berpraktek tanpa izin praktek, ia lalu diajukan ke dewan kehormatan kedokteran, Medical Review Board.

Patch Adams adalah seseorang yang nyata, ia adalah seorang dokter dan juga “badut” (ia suka berpakaian seperti badut) yang terlahir dengan nama Hunter Doherty Adams pada tahun 1945, anak kedua dari seorang ibu yang bekerja sebagai guru dan seorang ayah – mayor pada US army, ia adalah seorang aktivis sosial yang percaya bahwa gelak tawa, keceriaan, dan kreativitas adalah bagian yang tak terpisahkan dari proses penyembuhan seseorang.
---------------------------------
Saya ingat dua tahun yang lalu pernah menjenguk seorang tante yang terkena penyakit diabetes sehingga kakinya luka dan mulai membusuk. Ia dirawat inap dii sebuah rumah sakit selama beberapa hari hingga akhirnya dokter memutuskan untuk mengamputasi kakinya tetapi ia tidak bersedia. Suatu hari saat sang tante hanya dijaga seorang ‘asisten pribadi’-nya, saya menjenguknya. Dokter ahli yang menangani menyuruh menyampaikan melalui asisten (dokter)-nya rencana itu kepada saya. Tak lama kemudian dokter yang bersangkutan muncul. Ia memberi tahu hal itu seolah itu adalah vonis yang tak boleh ditawar. Saya yang mendengar hal ini merasa ada jalan buntu di depan, satu-satunya jalan agar jalan itu terbuka hanyalah ‘amputasi’. Tante saya berkeras tak mau diamputasi. Ia menolak. Sang dokter tersinggung, seolah merasa diremehkan kredibilitasnya. Sikap arogannya sungguh tak enak bukan hanya di mata, juga di hati. Kini tante saya baik-baik saja, lukanya telah tertutup dan sembuh. Meski ia tak sekuat dulu karena tertatih-tatih jika berjalan, Allah menunjukkan kuasa-Nya kalau ia bisa tak diamputasi. Pengobatan herbal membantu perkembangannya hingga kini. Untung saja saat itu tante saya itu segera keluar dari rumah sakit, jika tidak ia mungkin akan sangat tertekan di sana dan penyakit bisa semakin gawat.
---------------------------------
Sejalan dengan Dr. Patch Adams, Dr. Rita Charon, seorang guru besar fakultas Kedokteran di Universitas Columbia, berupaya menempatkan ‘cerita’ pada inti diagnosa penyembuhan. Ia meluncurkan satu gerakan medis naratif dalam sebuah artikelnya berjudul Narrative Medicine: A Model for Empathy, Reflection, Profession, and Trust” pada tahun 2001 dalam Journal of The American Medical Association yang menyerukan suatu pendekatan yang utuh terhadap perawatan medis:

Kedokteran yang mampu secara ilmiah itu sendiri tidak dapat membantu seorang pasien untuk menghadapi penyakitnya atau menemukan makna dalam penderitaannya. Bersama dengan kemampuan ilmiah, para dokter memerlukan suatu kemampuan untuk mendengar cerita-cerita dari pasien, memahami dan menghormati makna-maknanya, dan tergerak untuk bertindak atas nama pasiennya.

Mempelajari cerita pasien membantu seorang dokter untuk berhubungan lebih baik kepada pasien dan menilai kondisi pasien saat itu dalam konteks cerita kehidupan yang utuh dari orang itu. “Menjadi seorang dokter yang baik, membutuhkan kompetensi naratif: kompetensi yang digunakan manusia untuk menyerap, menafsirkan, dan merespon cerita-cerita,” demikian kata Charon.

Pada tahun 1990-an, kira-kira sepertiga dari fakultas-fakultas Kedokteran di merika menawarkan kuliah humaniora. Saat ini tiga per empat menawarkannya. Bellevue, rumah sakit umum legendaris di New York City, menerbitkan jurnalnya sendiri – Bellevue Literary Review. Bahkan jurnal-jurnal sastra pun telah muncul di fakultas-fakultas Kedokteran di Columbia, Universitas Negara Penn, dan Universitas Mexico). Editor kepala jurnal Be;;evue, Dr. Danielle Ofri, yang mengajar mahasiswa-mahasiswa kedokteran, mengharuskan bawahannya yang masih muda untuk menuliskan setidaknya salah satu dari sejarah para pasiennya sebagai sebuah cerita – untuk menceritakan kisah pasien dari sudut pandang pasien itu sendiri agar mereka memiliki keterampilan yang lebih baik dalam berhubungan dengan pasien mereka.

Tentu saja kompetensi naratif tidak dapat menggantikan keahlian teknis. Namun pendekatan Charon dapat membantu para dokter untuk mengilhami kerja mereka dengan empati yang lebih dalam. Mahasiswa Charon menyimpan dua lembar kertas informasi berkenaan dengan masing-masing pasien. Di satu kertas mereka memasukkan informasi kuantitatif dan bahasa medis dari catatan laporan rumah sakit. Selain itu para mahasiswa mencatat cerita-cerita tentang pasien mereka dan mendeskripsikan emosi-emosi mereka. Menurut penelitian pertama untuk menguji metode ini, para mahasiswa yang menyimpankertas laporan ‘paralel’ itu mempunyai hubungan yang lebih baik dengan para pasiennya dan keterampilan mewawancara dengan teknis yang lebih baik, ketimbang teman-temannya yang tidak melakukannya. Cerita-cerita itu sendiri tidak akan menyembuhkan orang sakit. Namun dikombinasikan dengan teknologi modern, mempunyai kekuatan penyembuhan yang tidak dapat dibantah. Ini mungkin menjadi masa depan kedokteran: para dokter yang dapat berpikir secara tepat dan merasakan secara empati, para dokter yang dapat menganalisa sebuah tes dan menghargai sebuah cerita – para dokter dengan satu pikiran baru yang utuh.
---------------------------------
Pesan Moral:
Ini berlaku ketika kita berada didalam suatu lingkup kumpulan baik organisasi formal maupun informal, dimana empati akan memiliki pengaruh yang baik didalam lingkungan itu sendiri.
--------------------------------------

7. Something The Lord Made
 
Film ini bercerita tentang seorang amerika berkulit hitam yg bernama Vivien Thomas (dibintangi oleh Mos Def) yang lahir pada 29 Agustus 1910 dan meninggal pada 26 November 1986, sebenarnya dia bercita-cita menjadi seorang dokter bedah, tetapi uang tabungannya menghilang bersamaan dengan bangkrutnya bank tempat menyimpan uangnya, akhirnya dia mendaftar menjadi asisten lab seorang dokter bedah dr. alfred blalock (yg dibintangi oleh Alan Rickman), profesor bedah di Universitas Vanderbilt di Nashville, Tennessee kemudian di Universitas Johns Hopkins di Baltimore, Maryland. Walaupun tidak mengenyam pendidikan tinggi, Thomas berjuang untuk mendapatkan kesetaraan ras dalam hal pekerjaan. Thomas mengembangkan sebuah metode untuk membedah pasien sindrom bayi biru pada tahun 1946, dimana aorta pasien tertukar. Thomas pernah mengerjakan sebuah pembedahan sulit yang disebut atrial sepectomy. Thomas mengerjakan pembedahan ini dengan sangat lancar.

Kemudian, Thomas menjadi legenda sebagai orang yang mengembangkan teknik bedah yang efisien. Para ahli bedah seperti Cooley, Haller, dan Spencer mempraktekkan teknik ini, dan mereka menjadi bagian terdepan dalam kedokteran Amerika Serikat. Sayangnya, jasa Vivien Thomas tetap tidak dihargai. Bahkan ia lebih rendah gajinya dibandingakn teknisi lab berkulit hitam lainnya. Seringkali, ia menjadi pelayan Blalock saat Blalock mengadakan pesta di rumahnya.

Vivien Thomas kemudian menjadi Direktur Laboratorium Bedah di Johns Hopkins. Thomas mendidik beberapa teknisi lab Afro-Amerika yang kemudian terkenal di Amerika. Setelah pensiun, Thomas menulis sebuah autobiografi yang berjudul Partners of the Heart. Dia juga menerima gelar kehormatan doktor hukum, karena dilarang memperoleh gelar doktor medis. Thomas juga ditunjuk sebagai Instruktur Bedah di Sekolah Kedokteran Johns Hopkins. Sekarang, nama Vivien Thomas dipakai untuk nama penghargaan beasiswa.
--------------------------------
Pelajaran yg bisa diambil dari film ini adalah teruslah berusaha, apapun halangan dan rintangan yang kita hadapi, jangan langsung terpuruk dengan keadaan kita yang sekarang, karena mungkin kebahagiaan akan terlihat dengan usaha yang kita lakukan.
--------------------------------
Sumber:
*Hasil nonton film tersebut
*Dari berbagai sumber lainnya

Sunday, January 27, 2013

Pesan Seorang Sahabat



Seorang sahabat berpesan kepadaku: Hendaklah kita jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencian kita terhadap sesuatu kaum, mendorong kita untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
-----------------------








Pada masa itu, wilayah Mesir telah masuk dalam kekuasaan pemerintahan Umar dan yang menjadi gubernur Mesir saat itu adalah Amr Bin Ash. Mesir adalah sebuah wilayah luas yang kaya, dan rupanya penyakit jahiliah mulai kmebali merasuki sang gubernur dengan godaan gemar mendirikan bangunan bangunan mewah. Di ceritakan bahwa persis di depan kantor istana gubernur Amr Bin Ash ada sebuah tanah yang cukup luas, sang gubernur berpikir “Alangkah indahnya jika dibangun sebuah masjid mewah di atas tanah itu .. sangat cocok bersanding dengan istana ini“

Tapi rupanya ada sedikit ganjalan, di tanah itu juga berdiri sebuah gubuk reot milik seorang tua penganut agama Yahudi yang tidak rela gubuknya dihancurkan untuk sebuah masjid. Segala macam upaya penggusuran pun dilakukan oleh Amr bin Ash, mulai dari cara baik baik dengan menawarkan uang ganti rugi dan juga memberikan rumah pengganti bagi sang kakek  … yang semua ditolak mentah mentah oleh sang pemilik gubuk.

Amr Bin Ash hilang kesabarannya, penggusuran paksa harus dilakukan untuk memujudkan keindahan tata letak kota dan tinggallah kakek itu meratapi gubuknya yang dihancurkan oleh bulldozer anak buah Amr Bin Ash.

Dalam kesedihannya timbullah niat sang kakek untuk mengadukan kezaliman Amr Bin Ash kepada Khalifah Umar, dan pergilah ia menempuh perjalanan jauh menuju kota Madinah.

“Di manakah istana Khalifah Umar?” Kakek itu bertanya kepada orang pertama yang ditemuinya di Madinah dan orang yang ditanya itu menunjuk ke arah masjid. “Aku telah menempuh perjalanan jauh dari Mesir, jangan engkau berusaha menyesatkanku karena aku tidak tahu seluk beluk tentang kota ini”

“Aku tidak berusaha menyesatkanmu! Masjid adalah istana khalifah Umar, di sanalah dia biasanya mengatur dan memberikan keputusan keputusan“

Sesampai di Masjid yang ditunjuk sang kakek pun kebingungan lagi, manakah orang yang menyandang gelar Khalifah itu?

Tidaklah dia melihat seorangpun di sana yang mengenakan baju mewah yang menunjukkan kebesaran seorang khalifah yang telah mengalahkan Byzantium dan Persia .. Khalifah yang telah diserahi kunci kota Jerusalem oleh Uskup Sophronius

“Khalifah Umar adalah orang yang sedang duduk di bawah pohon itu” seorang warga Madinah membantunya lagi menunjukkan seseorang yang berpenampilan seperti orang biasa.

Di hadapan ‘orang biasa’ itu diadukanlah masalahnya, setelah mendengar cerita sang kakek Umar berdiri mengambil sepotong tulang unta yang masih ada sedikit dagingnya, menggoreskan sebuah garis lurus di tulang tersebut dengan pedangnya dan kemudian membuat lagi sebuah garis menyilang garis lurus sebelumnya.

“Wahai kakek! Kembalilah engkau ke Mesir dan berikan tulang ini kepada Amr Bin Ash …”

“Wahai Umar, Apakah engkau sedang bercanda? Aku datang untuk meminta keadilan bukannya menjadi bahan olok olok!” Sang kakek meradang karena merasa dipermainkan.

“Kakek yang baik! Turuti saja perintahku …”

Sambil menggerutu sang Kakek pun kembali ke Mesir dan menyerahkan tulang yang sekarang telah berbau busuk itu ke Gubernur Amr bin Ash, sang kakek sudah pasrah dengan nasibnya jika nantinya akan dianggap menghina gubernur. Mau bagaimana lagi? toh dirinya hanyalah seorang Yahudi yang termasuk golongan atau kaum minoritas di era kekuasaan Islam yang sedang dalam masa jayanya.

Tapi alangkah kagetnya sang kakek, ketika melihat apa yang dilakukan Amr Bin Ash setelah menerima tulang itu.

“Bongkar Masjidnya!!! Bangun kembali rumah untuk kakek ini” dan Masjid mewah yang telah hampir jadi itu pun siap siap untuk dibongkar.

Akhirnya sang kakek mengetahui arti tulang dari Umar Bin Khattab itu.
“Wahai Amr Bin Ash, Setinggi tingginya kekuasaan seseorang, suatu saat dia akan mati dan harus melepaskan semua kekuasaannya … berakhir menjadi seonggok tulang. Bertindaklah lurus dan adil dalam memimpin, karena jika engkau berbelok sedikit saja dari amanah yang telah diberikan kepadamu, maka aku akan meluruskanmu … menghukummu dengan pedangku
--------------------------

Ada satu cerita dari seorang Umar Bin Khatab, salah satunya adalah, suatu ketika Umar bin Khattab sedang berkhotbah di masjid di kota Madinah tentang keadilan dalam pemerintahan Islam. Pada saat itu muncul seorang lelaki asing dalam masjid , sehingga Umar menghentikan khotbahnya sejenak, kemudian ia melanjutkan.
"Sesungguhnya seorang pemimpin itu diangkat dari antara kalian bukan dari bangsa lain. Pemimpin itu harus berbuat untuk kepentingan kalian, bukan untuk kepentingan dirinya, golongannya, dan bukan untuk menindas kaum lemah. Demi Allah, apabila ada di antara pemimpin dari kamu sekalian menindas yang lemah, maka kepada orang yang ditindas itu diberikan haknya untuk membalas pemimpin itu. Begitu pula jika seorang pemimpin di antara kamu sekalian menghina seseorang di hadapan umum, maka kepada orang itu harus diberikan haknya untuk membalas hal yang setimpal."
Selesai khalifah berkhotbah, tiba-tiba lelaki asing tadi bangkit seraya berkata; "Ya Amiirul Muminin, saya datang dari Mesir dengan menembus padang pasir yang luas dan tandus, serta menuruni lembah yang curam. Semua ini hanya dengan satu tujuan, yakni ingin bertemu dengan Tuan."
"Katakanlah apa tujuanmu bertemu denganku," ujar Umar.
"Saya telah dihina di hadapan orang banyak oleh Amr bin Ash, gubernur Mesir. Dan sekarang saya akan menuntutnya dengan hukum yang sama."
"Ya saudaraku, benarkah apa yang telah engkau katakan itu?" tanya khalifah Umar ragu-ragu.
"Ya Amiirul Muminin, benar adanya."
"Baiklah, kepadamu aku berikan hak yang sama untuk menuntut balas. Tetapi, engkau harus mengajukan empat orang saksi, dan kepada Amr aku berikan dua orang pembela. Jika tidak ada yang membela gubernur, maka kau dapat melaksanakan balasan dengan memukulnya 40 kali."
"Baik ya Amiirul Muminin. Akan saya laksanakan semua itu," jawab orang itu seraya berlalu. Ia langsung kembali ke Mesir untuk menemui gubernur Mesir Amr bin Ash.

Ketika sampai ia langsung mengutarakan maksud dan keperluannya. "Ya Amr, sesungguhnya seorang pemimpin diangkat oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat. Dia diangkat bukan untuk golongannya, bukan untuk bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya, dan bukan pula untuk menindas yang lemah dan mengambil hak yang bukan miliknya. Khalifar Umar telah memberi izin kepada saya untuk memperoleh hak saya di muka umum."
"Apakah kamu akan menuntut gubernur?" tanya salah seorang yang hadir.
"Ya, demi kebenaran akan saya tuntut dia," jawab lelaki itu tegas.
"Tetapi, dia kan gubernur kita?"
"Seandainya yang menghina itu Amiirul Muminin, saya juga akan menuntutnya."
"Ya, saudara-saudaraku. Demi Allah, aku minta kepada kalian yang mendengar dan melihat kejadian itu agar berdiri."
Maka banyaklah yang berdiri.
"Apakah kamu akan memukul gubernur?" tanya mereka.
"Ya, demi Allah saya akan memukul dia sebanyak 40 kali."
"Tukar saja dengan uang sebagai pengganti pukulan itu."
"Tidak, walaupun seluruh masjid ini berisi perhiasan aku tidak akan melepaskan hak itu," jawabnya .
"Baiklah, mungkin engkau lebih suka demi kebaikan nama gubernur kita, di antara kami mau jadi penggantinya," bujuk mereka.
"Saya tidak suka pengganti."
"Kau memang keras kepala, tidak mendengar dan tidak suka usulan kami sedikit pun."
"Demi Allah, umat Islam tidak akan maju bila terus begini. Mereka membela pemimpinnya yang salah dengan gigih karena khawatir akan dihukum," ujarnya seraya meninggalkan tempat.
Amr binAsh serta merta menyuruh anak buahnya untuk memanggil orang itu. Ia menyadari hukuman Allah di akhirat tetap akan menimpanya walaupun ia selamat di dunia.
"Ini rotan, ambillah! Laksanakanlah hakmu," kata gubernur Amr bin Ash sambil membungkukkan badannya siap menerima hukuman balasan.
"Apakah dengan kedudukanmu sekarang ini engkau merasa mampu untuk menghindari hukuman ini?" tanya lelaki itu.
"Tidak, jalankan saja keinginanmu itu," jawab gubernur.
"Tidak, sekarang aku memaafkanmu," kata lelaki itu seraya memeluk gubernur Mesir itu sebagai tanda persaudaraan. Dan rotan pun ia lemparkan.
------------------------------

 Dikutip dari berbagai sumber

Thursday, January 24, 2013

NEVER GIVE UP

Sometimes we feel pain, tired and hopeless....But...we need to Believe that God Always with us.....our tears and pain always counted by God.......

Recode Your DNA : Berubah Atau Mati


PEMBUKA
--------------

Barangkali Syekh Mohammad (Dubai) atau peraih Nobel Ekonomi Muhammad Yunus (Bangladesh) terlahir dg DNA yang unggul. Mungkin juga tidak. Mereka terlahir biasa saja, sama dengan KITA. Yang kemudian berbeda dari KITA adalah cara mereka berfikir Rhenald Kasali meyakini, DNA bisa diubah, dapat di RE-CODE, didesain, agar melahirkan manusia2 dan organisasi yang unggul.
--------------

ILUSTRASI
20 Tahun yg lalu,,,, Dubai hanya padang pasir tandus.
Syekh Muhammad mengubah itu semua dg kekuatan pemikiran, ketrampilan memimpin, Sumber Daya dan Visi tentang masa depan.
Syekh melihat, ladang minyak akan kering, masa depan adalah perdagangan. Karena itu, dibangunnya fasilitas perdagangan; pelabuhan udara, pusat bisnis, maskapai penerbangan hingga fasilitas leisure. Diundangnya orang barat yang pintar dan berkelas untuk masuk dalam TEAM Ekonominya.

Dubai sekarang 
Semua yg terbaik di dunia ada di Dubai; maskapai, bandara, gedung tertinggi, tempat berlibur selebriti dan tokoh kelas dunia

APA YG TERLINTAS DALAM PIKIRAN SYEKH?
  • Hanya satu kata, yaitu Berubah atau Change
  • Tapi bagaimana dengan tradisi, kebiasaan lama, dan kehawatiran serta ketakutan?
  • Itulah musuh yang memenjarakan kita dari niat untuk berubah.
  • Lawanlah
Lawan Kita ?
  • Tidak ada diluar sana,
  • Melainkan didalam rumah sendiri. Lawan, salah satunya adalah belenggu. Belenggu ada di pikiran, tradisi, organisasi, peraturan dan ketakutan
  • Syekh mampu keluar dari penjara2 itu, melahirkan pikiran yg benar2 baru dan menghasilkan karya yg belum pernah ada.
Muhammad Yunus, Peraih Hadiah Nobel
  • Dogma dikalangan ahli ekonomi & perbankan “ Orang miskin tdk bisa mengembalikan dana pinjaman bank, karena itu mereka tdk berhak mendapatkan kredit”
  • Yunus keluar dari “penjara” itu, ia turun gunung, keluar kampus dan terjun langsung ke masyarakat.
  • Faktanya; rakyat miskin, petani miskin sesungguhnya pekerja keras, mereka hanya perlu sedikit bantuan modal
  • Ketika ide ini ditolak oleh pemerintah & Bank konvesional, Yunus mendirikan Bank Grameen (= Pedesaan/kampung) sistemnya dibuat berkelompok, dan didorong mengembangkan semangat wirausaha sehingga kelak mampu mengembalikan pinjaman
Luar biasa; nasabahnya mencapai 3 juta orang, cabangnya tersebar di 46 ribu desa, karyawanya 12 ribu orang, recovery rate 99%. Lebih dari 100 negara mengadopsi sistem buatan Yunus

Kiat Yunus
  • “Saya meninggalkan cara berpikir seekor burung, yang memungkinkan KITA melihat segala2nya jauh dari atas
  • Saya mulai melakukan pandangan seekor cacing, yang berusaha mengetahui apa saja yang terpapar persis didepan mata Saya mencium baunya, menyentuhnya, dan melihat apakah ada sesuatu yang bisa Saya lakukan.
RECODE
  • Berbicara tentang bagaimana agar manusia dan organisasi unggul mengatasi tantangan perubahan
  • Buku ini mengupas DNA (Deoxiribo nuclead acid), molekul pembawa sifat yakni unsur dalam tubuh yang mempengaruhi sifat manusia, karena itu mempengaruhi cara berfikir, cara kerja dan akhirnya prestasi kerja.
  • DNA semacam memori dalam tubuh yg mengandung sifat2 khas yg ada sejak manusia lahir. Sifat manusia kemudian dipengaruhi lingkungan (keluarga dan sosial)
  • Secara aktif manusia bisa mengubah DNA nya. DNA bisa di RE CODE
RECODE Pikiran
  • Ubah cara berpikir; Problem Based ke Solution Based
  • Jangan hanya pintar mengungkapkan masalah, tapi jadilah orang pintar mengatasi masalah. (Don’t bring problems to your teamwork but give solution)
  • Krn itu, agar dapat berubah (change) dan berkembang meningkat (Improve) fokuskan pada manusia yg menjalani perubahan bukan pada alatnya.
  • Fokus pada aspek manusia berarti SAYA bukan yang lain. (Perhatikan bahwa kata Improve starts with I bukan U atau THEY atau He/She).
  • Pada manusia, fokus pada cara berpikirnya. Cara berpikir melahirkan emosi, perilaku, hasil kerja . Perbaiki kinerja dengan memperbaiki cara berpikir.
  • Cara berpikir individu harus dibebaskan dari belenggu dan penjara tradisi, organisasi kerja, peraturan & ketakutan.
  • Cara ini, diyakini mampu melahirkan manusia Inovatif, manusia unggul
5 UNSUR DNA UNGGUL Terangkum dalam akronim OCEAN
  • Pertama; Openness to Experience Buka pikiran, nikmati dan bergumul dg hal baru. Hindari jalan dan cara kerja rutin. Selalu mengembara mencari jalan baru yg orisinil
  • Kedua; Conscientiousness atau Keterbukaan hati dan telinga. Penuhi kesadaran. Perhatikan lingkungan, baik yang terdengar maupun yg terasakan
  • Ketiga; Extroversion atau keterbukaan diri terhadap orang lain.
  • Keempat; Agreeablaness, yaitu Keterbukaan pada kesepakatan, hindari konflik
  • Kelima; Neuroticism adalah Terbuka terhadap tekanan, tdk mudah menyerah
RECODE ORGANISASI
  • Organisasi yg tdk relevan dg tuntutan perubahan akan punah kendati dihuni sejumlah individu yg DNA nya telah di RE CODE
  • Untuk itu, perlu me RE CODE Leader
  • Pemimpin Organisasi yg handal; dapat menggerakkan, datang memberi inspirasi, energinya terasa dimana2.
Persaingan global yang semakin intensif, teknologi yang berkembang pesat, pergeseran demografis, keadaan perekonomian yang fluktuatif, dan perubahan-perubahan dinamis lainnya telah memicu perubahan kondisi lingkungan disekitar organisasi. Lingkungan bisnis telah mengalami perubahan, lingkungan yang mulanya stabil dapat diprediksi berubah menjadi lingkungan yang penuh ketidakpastian, kompleks dan cepat berubah. Organisasi berdiri dan beroperasi ditengah-tengah lingkungan sekitarnya, dan organisasi selalu berinteraksi dan dipengaruhi oleh lingkungan disekitarnya.
Organisasi tidak dapat mengendalikan kondisi lingkungan di sekitarnya, namun organisasi harus selalu adaptif terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya. Menghadapi perubahan tersebut, perusahaan harus lebih kompetitif dan lebih fleksibel. Organisasi harus meninggalkan kebijakan dan praktek manajemen yang sifatnya hirarki dan fungsional, dan bergeser pada praktek-praktek baru dibidang manajemen yang lebih fleksibel. Fleksibilitas saat ini menjadi persyaratan penting bagi organisasi. Karena fleksibilitas dalam organisasi memungkingkan organisasi untuk lebih inovatif dan adaptif dalam merespon lingkungan yang cepat berubah.
Banyak pihak meramalkan bidang-bidang bisnis yang selama ini berada dalam balutan proteksi, terang-terangan maupun terselubung yang akan banyak menghadapi tantangan. Perusahaan manufaktur juga akan menghadapi tantangan besar. Demikian pula dengan BUMN, yang disarankan oleh banyak pihak untuk melakukan transformasi bisnis sebagai upaya mengasah daya saingnya di tingkat regional dan batu loncatan dalam persaingan global. 

Perusahaan yang melakukan transformasi bisnis memperoleh banyak manfaat, antara lain : perusahaan dapat memfokuskan diri kepada bidang bisnis yang lebih menjanjikan (business repositioning), menciptakan daya tahan dan daya saing yang lebih besar, meningkatkan kemampuan organisasi agar dapat memiliki daya dukung yang lebih kuat, menciptakan nilai dan penghasilan financial yang lebih besar serta berpeluang lebih besar menjadi perusahaan bertaraf kelas dunia.
Transformasi bisnis adalah seluruh proses perubahan yang diperlukan oleh suatu korporasi utuk memposisikan diri agar lebih baik dalam meyikapi dan menjawab tantangan-tantangan bisnis baru, lingkungan usaha yang berubah secara cepat maupun keinginan-keinginan baru yang muncul dari dalam perusahaan. Perubahan dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan terhadap pola pikir, pola pandang dan pola tindak perusahaan, strategi bisnis, budaya perusahaan maupun perilaku dan kemampuan organisasi.

Kerangka kerja transformasi bisnis meliputi rantai nilai transformasi bisnis, yang berisi tahapan-tahapan yang harus dilakukan agar perubahan yang akan dilakukan dapat menciptakan nilai, serta proses implementasinya, yang berisi langkah-langkah yang diperlukan dalam melaksanakan bisnis secara terencana dan baik.



Terdapat lima tahap utama dalam transformasi bisnis:
  1. Tahap pertama adalah visioning, strategic positioning dan corporate strategy development untuk menetapkan arah dan tujuan perusahaan serta memposisikan diri agar lebih kompetitif.
  2. Tahap kedua ; peningkatan kemampuan organisasi.    
  3. Tahap ketiga ; pengembangan SDM untuk melakukan perubahan yang mendasar pada pengelolaan dan kesisteman SDM.
  4. Tahap keempat ; pemantapan budaya perusahaan agar seluruh kekuatan perusahaan dapat diikat menjadi satu dan diarahkan kepada sasaran yang diinginkan.
  5. Tahap kelima ; tahapan pencapaian sasaran bisnis dan penciptaan nilai budaya perusahaan.
Salah satu tahap dalam transformasi bisnis adalah pemantapan budaya perusahaan, yang merupakan jiwa organisasi. Acap dalam rangka pemantapan budaya perusahaan, sekedar memperkuat budaya perusahaan yang telah ada masih dirasakan kurang memadai. Nilai-nilai yang sudah hidup dalam tubuh organisasi mungkin kurang sesuai dengan strategi baru yang ditetapkan, sehingga nilai-nilai itu ada yang dirubah, ditambah maupun dihilangkan.

Namun harus diingat, perubahan budaya perusahaan menyerap banyak energi. Dalam tahap awal perubahan budaya perusahaan ini yang disebut sebagai tahap dekristalisasi, energi yang digunakan untuk melakukan perubahan berkisar dari rendah hingga menengah. Pada tahapan ini dilakukan rasionalisasi dan legitimasi dari proses perubahan budaya perusahaan yang direncanakan sebagai program antisipasi terhadap budaya perusahaan.

Tahapan kedua, yang disebut tahap metamorfosis, terjadi konflik yang disebabkan perbedaan interpretasi dan juga dilanjutkan proses pengayakan menuju penerapan budara perusahaan yang baru. Tahap yang melibatkan konfirmasi dan kulminasi ini mengurus banyak energi.

Terakhir, proses perubahan budaya organisasi akan tiba pada proses integrasi. Pada tahapan ini, terjadi resolusi terhadap konflik yang terjadi, serta terbentuknya solidaritas dari budaya organisasi yang baru terbentuk. Energi yang dibutuhkan berkisar dari menengah hingga rendah. Keseluruhan proses yang terjadi pada tahap ini disebut sebagai tahap rekristalisasi.

Terdapat beberapa langkah utama yang tidak boleh dilewatkan. Pertama kali yang harus dilakukan adalah menelaah, apakah perubahan budaya perusahaan benar-benar perlu dilakukan? Kemudian melakukan kajian terhadap nilai-nilai yang sudah ada dalam organisasi saat ini, serta melakukan review terhadap strategi perusahaan yang telah ditetapkan. Kemudian dilakukan cross check dengan nilai-nilai yang berlaku dalam organisasi. Maksudnya adalah untuk melihat apakah strategi-strateginya sudah sesuai dengan nilai-nilai baru yang akan kita anut. Yang juga tidak boleh dilupakan adalah keselarasan antara pasar dengan budaya organisasi, karena setiap pasar karakteristik perilaku organisasi yang berbeda.

Penting juga ditelaah apakah ada perbedaan antara nilai-nilai inti dan sub budaya yang akan diterapkan. Selanjutnya mengembangkan strategi dalam rangka sosialiasasi budaya organisasi yang baru. Dan terakhir adalah mengembangkan strategi internalisasi budaya organisasi yang baru untuk diimplementasikan.

Rhenald Kasali Ph.D dalam bukunya yang berjudul “Change! Manajemen Perubahan dan Harapan,” mengatakan tak peduli berapa jalan salah yang anda jalani putar arah sekarang juga. Dalam buku tersebut diuraikan secara detail bagaimana upaya kita untuk menyiasati perubahan dimulai dengan memahami filosofi, sejarah dan konsep dasar perubahan, kemudian meyakinkan orang untuk melihat, bergerak dan menyelesaikan perubahan, sampai dengan bagaimana cara membuat dan mengelola harapan. Dalam bukunya tersebut Rhenald kasali mengadopsi strategi perubahan yang dikemukakan oleh Plat. Plat (2001) membedakan perubahan strategis suatu perusahaan ke dalam tiga kategori yang masing-masing kategori harus ditangani secara berbeda, yaitu:

1.Transformasi Manajemen
Transformasi biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sehat atau perusahaan yang mulai menangkap adanya sinyal-sinyal yang kurang menggembirakan. Pada saat ini, biasanya perusahaan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti : hal-hal tidak patut apa yang telah kita lakukan?, atau hal-hal apa yang mampu membuat kita menjadi lebih baik.

2.Manajemen Turnaround
Biasanya dilakukan kalau suatu perusahaan sudah mulai menghadapu persoalan-persoalan yang agak pelik dan melibatkan pihak-pihak yang agak luas. Namun pada tahapan ini disadari perusahaan masih mempunyai sumber daya (pada sisi asset) dan waktu yang memungkinkan untuk melakukan maneuver-manuver perbaikan. Misalnya anda masih bias memperbaiki performance perusahaan karena masih mempunyai produk unggulan, reputasi yang memadai dan masih ada aset-aset kurang produktif yang dapat ditingkatkan produktivitasnya atau dilepas pada pihak ketiga.

3.Manajemen Krisis
Biasanya dilakukan kalau perusahaan sudah memasuki masa krisis, saat perusahaan sudah kehabisan darah (cashflow) dan energi (reputasi dan motivasi). Pada titik ini perusahaan mulai tampak sulit memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo, mulai dari tagihan para pemasok bahan baku, kredit jangka pendek, sampai gaji karyawan. Pada tahap ini, perusahaan sudah benar-benar berada pada posisi berbahaya dan posisinya diragukan.

Pada dasarnya semua perubahan-perubahan yang dilakukan mengarah pada efektivitas organisasi dan proses pengelolaan perubahan harus mencakup dua gagasan dasar  yaitu: (1) redistribusi kekuasaan dalam struktur organisasi, dan (2) redistribusi ini dihasilkan dari proses perubahan yang bersifat pengembangan (Handoko, 1996 dalam Darsono). Berdasarkan teori tersebut diatas, sebenarnya yang dimaksud dengan transformasi organisasional adalah perubahan-perubahan organisasional yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan internal dan eksternal, sifatnya radikal, atau evolusioner. Tetapi, dalam konteks transformasi organisasional sebagai wujud respon organisasi terhadap perubahan lingkungan. Perubahan radikal dalam transformasi organisasi memunculkan tantangan berat bagi organisasi tanpa menimbulkan masalah, atau dampak yang menyakitkan bagi anggota organisasinya. 

Perubahan tidak selalu diterima oleh anggota organisasi, lebih-lebih oleh anggota yang terkena dampak perubahan tersebut. Agar perubahan yang dilakukan dapat berhasil dan tidak menimbulkan dampak yang menyakitkan bagi anggota organisasi, organisasi tidak boleh melakukan perubahan secara terus menerus, organisasi harus mengetahui kapan saat yang tepat untuk melakukan perubahan, perubahan besar dan perubahan kecil harus dilakukan pada interval waktu yang tepat. Ini disebut dynamic stability (Darsono).
Ada banyak cara atau pendekatan yang dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan transformasi organisasi, yaitu dengan melakukan reengineering, membentuk virtual organization, high performing work teams, globalized self-managing work teams, total quality management, empowered organization, boundaryless organization.

Transformasi organisasi yang dilakukan tidak selalu sukses, ada hal penting yang harus dipertimbangkan oleh organisasi, yaitu: kemungkinan terjadinya penolakan terhadap perubahan. Transformasi organisasi yang dilakukan dengan reengineering misalnya mempunyai resiko untuk gagal yang disebabkan oleh resistensi terhadap perubahan oleh status quo (Yeung and Brockbank, 1996, dalam Darsono). Artinya, jika organisasi dapat memperkecil resiko terjadinya resistensi terhadap transformasi organisasi, maka transformasi organisasi yang dilakukan akan berhasil.

Selain itu, untuk mensukseskan transformasi organisasi dibutuhkan dukungan dan keterlibatan manajemen puncak, visi perubahan yang jelas, model perubahan khususnya untukhuman resources direncanakan secara matang, melibatkan semua pihak pada berbagai tingkatan manajemen dalam merencanakan dan mengimplementasikan transformasi organisasi, karyawan juga harus lebih di berdayakan. Tetapi tantangan terberat saat ini adalah bagaimana organisasi dapat memperkecil resiko terjadinya resistensi terhadap perubahan. Jadi faktor kunci kesuksesan transformasi organisasi terletak pada bagaimana organisasi mengantisipasi dan memperkecil resiko terjadinya resistensi terhadap transformasi organisasi.

Ada beberapa hal yang menyatakan faktor penyebab penolakan terhadap perubahan (Handoko, 1996,  dalam Darsono) :
  1. Orang mungkin menyangkal bahwa perubahan sedang terjadi. Bila ini terjadi organisasi kemungkinan akan terus kehilangan efektivitasnya.
  2. Orang mungkin mengabaikan perubahan. Manajer mungkin menangguhkan keputusan-keputusan dengan harapan bahwa masalah yang terjadi akan hilang dengan sendirinya.
  3. Orang mungkin menolak perubahan. Karena berbagai alasan manajer dan karyawan mungkin menentang perubahan.
  4. Orang mungkin menerima perubahan dan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
  5. Orang juga mungkin mengantisipasi perubahan dan merencanakannya, seperti yang banyak dilakukan perusahaan-perusahaan progresif.
Transformasi bisnis adalah seluruh proses perubahan yang diperlukan oleh suatu korporasi untuk memposisikan diri agar lebih baik dalam menyikapi dan menjawab tantangan-tantangan bisnis baru, lingkungan usaha yang berubah secara cepat maupun keinginan-keinginan baru yang muncul dari dalam perusahaan. Perubahan dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan terhadap pola piker, pola padang dan pola tindak perusahaan, strategi bisnis, budaya perusahaan maupun perilaku dan kemampuan organisasi.

Transformasi organisasional ini mensyaratkan perubahan yang sifatnya radikal, sehingga dalam pelaksanaannya sering muncul hambatan-hambatan. Hambatan terbesarnya adalah resistensi dari anggota organisasi terhadap perubahan tersebut. Faktor kunci keberhasilan transformasi organisasi adalah memperkecil resistensi anggota organisasi terhadap perubahan.
INTI RECODE
  • Membangun sikap responsif thd perubahan, dg membuang jauh rintangan, belenggu dan penjara tradisi, organisasi, peraturan dan ketakutan. Tujuannya adalah menghasilkan pemikiran dan karya yg unggul
  • RE CODE dalam diri dan organisasi adalah upaya terus menerus memperbaiki diri dan organisasi untuk tetap memenangkan persaingan atau seleksi alam dengan memahami, mengendalikan dan menaklukkan perubahan
  • Tinggal pilih, mau berubah model Syekh Mohammad (Dubai), Martin Luther King (AS), Muhammad Yunus (Bangladesh),
  • Atau ,,, mau punah !!!
Sekian
Selamat Berubah


Disarikan oleh M. Suseno, (Fasilitator RSMABI Pusat) Dari Buku RE CODE Your DNA, Rhenald Kasali & Dari Berbagai diskusi terkait).
--------------------------------------
Sumber (Dengan Beberapa Tambahan/Editan Serta Gambar dan Video): 

Recent Comments